Jaga Kesehatan Mental Untuk Diri

Internet dan media sosial mengambil peran yang amat besar dalam kehidupan saat ini. Meski terdapat banyak dampak buruk yang ditimbulkan, kita tidak dapat terlepas dari nya. Karena saat ini semua hal terhubung melalui internet dan media sosial. Apalagi dengan adanya pandemi corona, semakin erat kita bergantung pada internet dan media sosial. Pembelanjaan secara online, sekolah dalam jaringan, konsultasi dokter online, pembuatan berkas-berkas pemerintahan online, dan bermacam kegiatan online lainnya. Namun, kita tinggal di Indonesia, negara berkembang dimana tingkat kelancaran jaringan internetnya termasuk rendah. Masih banyak masyarakat yang tidak mampu. Permerintah sudah berusaha membantu, namun kecepatan jaringanlah yang menjadi masalah sekarang. Penyebaran corona yang seakan tak ada hentinya, membuat rakyat  semakin khawatir dengan perekonomian dan kesejahteraannya. Bahkan dikhawatirkan jika keadaan terus seperti ini, Indonesia akan mengalami krisis moneter kembali seperti yang terjadi pada tahun 1998 atau bahkan lebih buruk. Untuk jaringan internet negara tak bisa diam saja karena tentu saja internet akan tetap menjadi pusat kegiatan masyarakat selama pandemi masih ada dan juga untuk perkembangan negara sendiri.

Generasi Z atau generasi internet, generasi yang lahir pada tahun 1998-2010 ini sejak lahir sudah diperkenalkan internet. Hidupnya sudah terkontaminasi dengan media sosial. Jika membicarakan mengenai kesehatan mental, generasi Z memiliki potensi mengalami gangguan mental lebih tinggi dibandingkan orang dewasa dikarenakan tekanan yang dialaminya. Sebenarnya internet bisa membuat keadaan mental generasi ini semakin buruk. Mereka banyak yang menggunakan sosial media sebagai ‘pelarian’ dari kehidupan nyatanya. Media sosial semakin menjauhkannya dari dunia offline (dunia sosial yang sebenarnya). Hal yang ada di dalam media sosial membuat mereka kecanduan dan nyatanya di dalam media sosial lebih ‘mengerikan’, banyak anak yang mengalami depresi karena komentar yang didapatnya dari sana. Dunia maya yang terlalu bebas membuat orang bebas mengutarakan apa yang dipikirnya benar tanpa berpikir dampak yang dihasilkan atas sebuah ketikan. Saat ini permasalahan negara dan global juga menjadi penyebab utama peningkatan tingkat stress pada generasi ini. Apalagi dengan adanya pendemi corona seperti sekarang, banyaknya hal yang begitu mengkhawatirkan membuat generasi pemikir ini menjadi semakin banyak yang mengalami gangguan mental. Banyak anak yang mengeluh depresi karena banyaknya tugas yang diberikan, pendemi membuat kita hidup dalam segala pembatasan. Bahkan bukan hanya anak yang mengalami depresi, para orang tua yang anaknya masih sekolah juga depresi, mereka sudah tidak kuat jika harus berubah profesi menjadi guru.

Kesehatan mental acap kali di abaikan, banyak orang lebih mementingkan kesehatan jasmani, padahal keduanya sama-sama penting dalam kehidupan kita. Kesehatan mental biasanya dipengaruhi oleh peristiwa yang terjadi dalam kehidupan dan meninggalkan dampak besar dalam hidup seseorang. Apabila kesehatan mental seseorang terganggu, maka timbul penyakit mental. Penyakit mental mengakibatkan seseorang sulit dalam menjalani aktivitas sehari-harinya. Penyakit mental tidak sama dengan penyakit pada umumnya karena tidak terlihat, namun bukan berarti penyakit mental tidak berat, justru karena tidak terlihat maka semakin sulit untuk menanganinya. Untuk itu sangatlah penting untuk tetap menjaga kesehatan, baik itu kesehatan mental maupun kesehatan jasmani. Bagaimana cara mencegah terjadinya gangguan mental? Dengan terjaganya mental kita, secara tidak langsung kita juga mencegah gangguan mental itu datang. Menurut WHO ada empat kriteria pertanda terjaganya kesehatan mental, yakni:

1.      Dapat mengatasi stress dan masalah kehidupan

2.      Mampu bekerja secara produktif

3.      Bias mengenali potensi diri

4.      Berkontribusi terhadap masyarakat sekitar

Memiliki  optimis, rasa percaya diri, tidak menyakiti dan tidak menyalahkan diri sendiri, hingga merasa bangga akan sesuatu yang dimiliki juga merupakan kriteria terjaganya kesehatan mental. Dengan terjaganya kesehatan mental risiko kecemasan pada diri akan berkurang, kita tetap ceria, kalau mental sehat, fisik pun ikut sehat karena kita tidak memiliki beban dan tekanan dalam hidup.

Cara menjaga kesehatan mental adalah dengan selalu bersyukur atas apa yang dimiliki, menghargai diri sendiri, menjalani gaya hidup sehat dengan olahraga dan makan makanan bergizi, bersosialisai, menjalin hubungan baik dengan orang lain, belajar mengatasi masalah hidup, serta cari kegiatan yang menenangkan pikiran. Jaga kesehatan mental bantu kita jaga kesehatan fisik.

 

Referensi

https://muda.kompas.id/baca/2019/04/12/darurat-kesehatan-mental-generasi-z/

https://www.sehatq.com/artikel/pentingnya-kesehatan-mental-yang-tak-boleh-diremehkan

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3617250/generasi-z-rentan-terserang-gangguan-mental#:~:text=Meskipun%20Generasi%20Z%20lebih%20rentan,perawatan%20dari%20profesional%20kesehatan%20mental.

https://id.wikipedia.org/wiki/Generasi_Z#:~:text=Generasi%20Z%20merupakan%20generasi%20setelah,tahun%20kelahiran%201998%20sampai%202010.


Comments